Gaya adalah suatu dorongan atau tarikan.
Gaya dapat mengakibatkan perubahan – perubahan sebagai berikut :
1) benda diam menjadi bergerak
2) benda bergerak menjadi diam
3) bentuk dan ukuran benda berubah
4) arah gerak benda berubah
Macam – macam Gaya
Berdasarkan penyebabnya, gaya dikelompokkan
sebagai berikut :
(1) gaya mesin, yaitu gaya yang berasal dari mesin
(2) gaya magnet, yaitu gaya yang berasal dari magnet
(3) gaya gravitasi, gaya tarik yang diakibatkan oleh bumi
(4) gaya pegas, yaitu gaya yang ditimbulkan oleh pegas
(5) gaya listrik, yaitu gaya yang ditimbulkan oleh muatan listrik
Berdasarkan sifatnya, gaya dikelompokkan menjadi :
(1) gaya sentuh, yaitu gaya yang timbul karena titik kerja gaya, langsung bersentuhan dengan benda.
(2) gaya tak sentuh, yaitu gaya yang timbul walaupun titik kerja gaya tidak bersentuhan dengan benda.
Gaya berat
Dalam kehidupan sehari-hari kita sering mendapat pertanyaan “berapa berat badanmu?”, kemudian kita menjawab “berat badan saya 37 kg”. Jika ditinjau dari ilmu fisika maka jawaban tersebut salah, hal ini dikarenakan “kg” merupakan satuan dari besaran massa bukan berat. Massa dan berat memiliki perbedaan yang mendasar dalam mempelajari fisika seperti yang terlihat pada tabel berikut,
Gaya gesek
Gaya gesek merupakan gaya yang timbul akibat dua permukaan yang bergesekan. Gaya gesek memiliki arah yang berlawanan dengan arah gerak benda yang sifatnya untuk menghambat gerak benda tersebut.
Gaya gesek dapat dimanfaatkan atau bahkan merugikan dalam suatu gerak benda. Gaya gesek yang dapat dimanfaatkan dan memberikan keuntungan antara lain : alas kaki (sandal dan sepatu) di buat kasar agar semakin besar gesekan antara sandal dan lantai, sehingga tidak terpeleset ketika berjalan
Gaya gesek yang merugikan antara lain gesekan pada mesin sepeda motor atau mobil sehingga menyebabkan mesin cepat panas
Gaya Normal
Gaya normal adalah gaya yang tegak lurus bidang sehingga arah gaya normal bergantung dengan bidang datarnya, seperti terlihat berikut ini
Gambar. Gaya normal pada berbagai bidang
Gaya merupakan salah satu besaran di fisika yang
Gaya disimbolkan dengan huruf “F” dari kata “force” memiliki satuan yang dilihat dari dua aspek yakni
mks (meter-gram-sekon). Sistem ini berlaku juga untuk sistem internasional (SI) dalam sistem ini satuan gaya dinyatakan dalam Newton (N), dimana
1 N = 1 kg.m/s2
cgs (centi-gram-sekon)
pada sistem ini satuan gaya dinyatakan dalam dyne, dimana
1 dyne = 1 g.m/s2
Hubungan antara newton dan dyne adalah
Menggambar Gaya
Gaya merupakan besaran vektor (memiliki nilai dan arah). Oleh karena itu, gaya dapat digambarkan dengan menggunakan diagram vektor .
Gaya dilukiskan dengan garis berarah menyerupai anak panah, dimana panjang anak panah mewakili besar gaya dan arah anak panah mewakili arah gaya. Jadi, semakin panjang garisnya semakin besar gayanya begitu pula sebaliknya. Agar lebih memahaminya Perhatikan gambar berikut
Gambar. Cara melukis gaya
GABUNGAN ( RESULTAN ) GAYA
Resultan gaya (R), yaitu penjumlahan beberapa gaya yang bekerja segaris. Apabila sebuah benda bekerja beberapa gaya, maka untuk menentukan total gaya yang bekerja pada benda tersebut kita juga harus memperhatikan arahnya. Total gaya yang bekerja pada benda disebut dengan resultan gaya (ΣF), beberapa aturan terkait dengan resultan gaya yakni
Gaya-gaya yang segaris dan searah dijumlahkan
Gaya-gaya yang segaris dan berlawanan arah dikurangi
Untuk memudahkan perhitungan maka, gaya yang berarah ke kanan atau ke atas diberi tanda positif (+), dan gaya yang berarah ke kiri maupun kebawah diberi tanda negatif (-)
Contoh soal!
sebuah benda di tarik beberapa gaya seperti pada gambar berikut
Tentukan resultan gaya yang bekerja pada benda tersebut!Terkait dengan pembahasan materi gaya, salah satu fisikawan terkenal Sir Isaac Newton (1643 – 1727) mengemukakan tiga hukum newton yakni hukum I newton, hukum II Newton, dan hukum III Newton.
Hukum I Newton
Hukum I Newton ini mengkaji tentang kecenderungan suatu benda mempertahankan keadaannya, benda yang semula diam tetap diam benda yang semula bergerak tetap bergerak. Kecenderungan ini disebut dengan inersia sehingga hukum I newton sering juga disebut dengan hukum inersia, bunyi hukum I Newton adalah
“suatu benda akan tetap diam atau bergerak dengan kecepatan konstan asal tidak ada gaya luar yang bekerja pada benda tersebut”
Berdasarkan hukum I Newton tersebut ada 3 hal yang perlu diperhatikan yakni:
- Benda tetap diam (benda tidak mengalami perubahan posisi atau kedudukan),
- Bergerak dengan kecepatan konstan (gerak benda termasuk jenis gerak lurus beraturan (GLB)), yang mana kedua keadaan tersebut dapat terjadi jika
- tidak ada gaya luar yang bekerja pada benda tersebut (resultan gaya sama dengan nol). Secara matematis hukum I Newton dapat ditulis
Beberapa contoh penerapan hukum I Newton dalam kehidupan sehari-hari adalah
Seseorang yang berada dalam mobil yang melaju, akan terdorong ke depan saat mobil tiba-tiba direm dan terdorong ke belakang saat kecepatan mobil tiba-tiba bertambah dengan cepat
Segala sesuatu yang bergerak lurus beraturan (GLB) memenuhi kondisi pada hukum I Newton
Hukum II Newton
Berbeda dengan hukum I Newton, pada hukum II Newton pembahasannya terkait untuk resultan gayanya tidak sama dengan nol (ΣF ≠ 0), apa yang terjadi apabila resultan gayanya tidak sama dengan nol? Lihat kembali penjelasan di atas terkait dengan dampak gaya pada benda, jika resultan gayanya tidak sama dengan nol akan berdampak pada kecepatan benda sehingga benda dapat bergerak dipercepat atau diperlambat bergantung dengan arah gayanya. Perhatikan gambar berikut
Gambar 7. (a) benda bergerak dengan kecepatan konstan ketika resultan gayanya sama dengan nol (ΣF = 0), (b) bergerak dipercepat karna mendapat gaya yang searah dengan arah gerak benda, (c) benda bergerak diperlambat karena mendapat gaya yang berlawanan dengan arah dengan arah gerak benda.
(sumber : Physics University)
Jelas terlihat perbedaan ketika resultan gaya pada benda sama dengan nol dengan yang tidak sama dengan nol yakni adanya “percepatan” yang di alami benda tersebut. Besarnya percepatan ini dijelaskan dalam hukum II Newton yang berbunyi
“percepatan suatu benda berbanding lurus dengan gaya yang bekerja pada benda tersebut dan berbanding terbalik dengan massa benda itu”
secara matematis hukum II Newton dapat ditulis
Keterangan :
ΣF = resultan gaya (N)
m = massa benda (kg)
a = percepatan benda (m/s2)
percepatan yang terdapat pada hukum II newton ini memberikan informasi kepada kita bahwa ketika berlaku hukum II newton, maka benda akan jenis gerak benda adalah gerak lurus berubah beraturan. Selain itu, ada 2 hal yang perlu diperhatikan pada hukum II Newton tersebut yakni
(1) percepatan sebanding dengan gaya: hal ini berarti jika semakin besar gaya yang bekerja pada suatu benda maka semakin besar pula percepatan yang di alami benda. Perhatikan gambar berikut
Gambar diatas menunjukkan untuk massa yang sama (kotak biru), semakin besar gaya yang digunakan (kotak merah) pada suatu benda maka percepatan benda tersebut akan semakin besar (kotak kuning)
(2) percepatan berbanding terbalik dengan massa benda: hal ini berarti jika semakin besar massa suatu benda maka percepatannya akan semakin kecil. Perhatikan gambar berikut
Gambar di atas menunjukkan bahwa dengan gaya yang sama besar (kotak biru), apabila digunakan pada benda dengan massa yang semakin besar (kotak merah) maka percepatan benda tersebut akan semakin kecil (kotak kuning).
Hubungan perbandingan ini dapat ditulis dalam persamaan matematis sebagai berikut
Contoh soal
(1) sebuah benda bermassa 0,5 kg di dorong oleh bejo menggunakan gaya sebesar 2,5 N. Tentukan besar percepatan benda tersebut!
Diketahui
m = 0,5 kg
F = 2,5 N
Ditanya.a = ...?
Jawab
F = m . a
2,5 = 0,5 . a
(2,5 / 0,5) = a
(2) balok bermassa 2,5 kg di dorong dengan gaya sebesar F sehingga balok bergerak dengan percepatan 6 m/s2 , jika di atas balok tersebut diletakkan balok lain yang bermassa 3,5 kg. Dengan gaya yang sama tentukan percepatan benda tersebut sekarang!
Diketahui
m1 = 2,5 kg
m2 = 2,5 + 3,5
m2 = 6 kg (setelah balok kedua ditambahkan)
F1 = F2 = F (karena tidak mengubah besar gaya)
a1 = 4 m/s2
Ditanya. a2 = ...?
Jawab
Hukum III Newton
Sedikit berbeda dengan kedua hukum newton sebelumnya yang menjelaskan tentang keadaan benda ketika diam dan bergerak (baik GLB dan GLBB), pada hukum III Newton ini menjelaskan hubungan timbal balik gaya pada dua benda sehingga hukum III Newton sering disebut juga sebagai hukum Aksi – reaksi, yang berbunyi
“jika benda A memberikan gaya kepada benda B (disebut gaya aksi), maka benda B akan memberikan gaya kepada benda A (disebut gaya reaksi). Kedua gaya ini sama besar tetapi berlawanan arah”
secara matematis hukum III Newton dapat ditulis
Berdasarkan bunyi hukum III Newton di atas ada satu hal penting yang perlu diingat bahwa hukum III Newton ini berlaku untuk dua benda saja, perhatikan gambar berikut
Gambar di atas terdapat tiga benda yang berdampingan, gaya sebesar F mendorong benda 1 sehingga benda 1 mendorong benda 2, benda 2 mendorong benda 3 dengan konfigurasi gaya seperti gambar di atas. Sebagian gaya-gaya pada gambar tersebut merupakan pasangan gaya aksi reaksi dan untuk mengetahuinya kita harus memahami dahulu masing-masing gaya tersebut yakni
F = gaya luar
FA = gaya benda 1 ke benda 2 (disebut juga F12)
FB = gaya benda 2 ke benda 1 (disebut juga F21)
FC = gaya benda 2 ke benda 3 (disebut juga F23)
FD = gaya benda 3 ke benda 2 (disebut juga F32)
Berdasarkan penjelasan di atas, maka dapat diketahui pasangan gaya aksi-reaksinya adalah
FA dengan FB dan FC = FD (perhatikan pasangan bendanya)
Contoh penerapan hukum III Newton dalam kehidupan sehari-hari adalah
1) orang berjalan
2) orang berenang
3) memukul tembok terasa sakit
4) menendang bola
dll
No comments:
Post a Comment