Kamis, 30 Mei 2013

SELEKSI ALAM DAN ADAPTASI

SELEKSI ALAM DAN ADAPTASI

Pengertian dan arti definisi seleksi alam menurutCharles Darwin adalah seleksi yang terjadi pada individu-individu yang hidup di alam, sehingga individu yang mampu menyesuaikan diri dengan lingkungan tersebutakan terus hidup dan beranak pinak, sedangkan yang tidakdapat menyesuaikan diri dengan alam lingkungansekitarnya akan musnah dan hilang dimakan waktu.

Seleksi alam yang dimaksud dalam teori evolusiadalah teori bahwa makhluk hidup yang tidak mampuberadaptasi dengan lingkungannya lama kelamaan akanpunah. Yang tertinggal hanyalah mereka yang mampuberadaptasi dengan lingkungannya. Dan sesama makhlukhidup akan saling bersaing untuk mempertahankanhidupnya.

Seleksi alam adalah proses di alam. Misalnyaperubahan lingkungan. Persaingan antarorganisme. danproses makan dimakan. yang dapat memilih organismeyang dapat bertahan hidup atau tidak dapat bertahanhidup di alam.

Seleksi alam adalah proses di mana mutasi genetika yang meningkatkan reproduksi menjadi (dan tetap) lebihumum dari generasi yang satu ke genarasi yang lain padasebuah populasi. Ia sering disebut sebagai mekanismeyang "terbukti sendiri" karena:

-       Variasi terwariskan terdapat dalam populasi organism
-       Organisme menghasilkan keturunan lebih dari yang dapat bertahan hidup.
-       Keturunan-keturunan ini bervariasi dalamkemampuannya bertahan hidup dan bereproduksi.

Seleksi alam merupakan proses atau mekanismeyang menghasilkan adaptasi suatu populasi terhadaplingkungan biotik dan abiotik. Dalam lingkungan biotikterdapat organisme yang berusaha memperoleh sumberdaya alam melalui kompetensi, predasi dan parasitisme.Organisme yang lebih baik dalam beradaptasi terhadaplingkungannya (survival of the fittest) akan menghasilkanlebih banyak keturunan sehingga meningkatkan proporsidalam populasi. Dalam lingkungan abiotik, meliputi kondisicuaca yang bergantung pada suhu dan curah hujan. Padaabad sebelumnya, Charles Darwin meyakini bahwa perubahan spesies seiring dengan waktu dan menganggapbahwa seleksi alam sebagai mekanisme untuk beradaptasi dengan lingkungannya. Hipotesis Darwin tentang seleksialam yang dihubungkan dengan teori evolusi modernmenyatakan bahwa evolusi melalui seleksi alam membutuhkan :
-      Variasi. Masing - masing anggota suatu populasi memiliki perbedaan antara satu dengan  yang lain.
-      Pewarisan. Banyak perbedaan – perbedaan di antara anggota populasi merupakan bahan genetika yang diwariskan.
-    Perbedaan dalam adaptasi. Sebagian dari perbedaan individu berakibat pada baik atau buruknyakemampuan adaptasi individu tersebut terhadaplingkungan.
-  Perbedaan dalam berkembang biak. Individu yang beradaptasi lebih baik terhadap lingkungan lebih banyak bereproduksi dan keturunannya yang subur (fertil) akan menyusun proporsi atau bagian yang lebih besar dalam generasiselanjutnya.

Ahli Biologi Evolusi Ernst Mayr telah menguraikan logika teori Darwin mengenai seleksi alam menjadi tiga inferensi berdasarkan lima pengamatan :
-       Observasi 1 : Semua spesies memiliki potensi fertilitas yangsedemikian besar sehingga jumlah populasinyaakan meningkat secara eksponensial jikasemua individu yang dilahirkan berhasilbereproduksi dengan baik.
-       Observasi 2 : Populasi cenderung menjadi stabil dalam jumlah, kecuali ada fluktuasi musiman.
-       Observasi 3: Sumber daya lingkungan adalah terbatas.
Kesimpulan 1:
Produksi individu yang lebih banyak dibandingkan dengan yang dapat didukungoleh lingkungan akan mengakibatkan adanyapersaingan untuk mempertahankankeberadaan individu di dalam populasi itu,sehingga hanya sebagian keturunan yangdapat bertahan hidup pada setiap generasi.
-       Observasi 4:Individu – individu dalam suatu populasi sangatjauh berbeda dalam hal ciri – ciri khasnya :tidak akan ada dua individu yang persis sama.
-       Observasi 5:Banyak di antara variasi tersebut dapat diturunkan
Kesimpulan 2:
Kelangsungan hidup dalam perjuanganuntuk mempertahankan hidup tidak terjadisecara acak, tetapi bergantung sebagian padasusunan sifat yang terwarisi dari individu yangbertahan hidup. Individu yang mewarisi sifat –sifat baik yang membuat individu – individutersebut cocok dengan lingkungannya, besarkemungkinan akan menghasilkan lebih banyak keturunan dibandingkan dengan individu yang kurang cocok Sifatnya terhadap lingkungannya.
Kesimpulan 3:
Kemampuan individu untuk bertahan hidup dan bereproduksi yang tidak sama iniakan mengakibatkan suatu perubahan secarabertahap dalam suatu populasi, dan sifat – sifat menguntungkan akan berakumulasi sepanjang generasi.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar