Rabu, 29 Mei 2013

GREGOR JOHANN MENDEL

GREGOR JOHANN MENDEL

Profil
Gregor Johann Mendel (20 Juli 1822 - 6 Januari 1884) adalah seorang Gregor Johann Mendel (20 Juli 1822 - 6 Januari 1884) adalah seorang Augustinian imam dan ilmuwan, yang memperoleh ketenaran dari ilmu baru genetika untuk studi tentang warisan tertentu pada tanaman. Mendel menunjukkan bahwa pewarisan sifat-sifat khusus, hukum, yang kemudian dinamai menurut namanya.
Mendel menemukan prinsip dasar hereditas dengan membudidayakan kacang ercis dalam suatu percobaan yang terencana dan teliti.

Sejarah Mendel
Mendel tumbuh di pertanian kecil milik orangtuanya di sebuah wilayah Austria yang sekarang merupakan bagian dari Negara Republik Ceko. Di sekolahnya, yang terletak di daerah pertanian tersebut, Mendel dan anak-anak lain mendapatkan pelatihan pertanian selain menjalani pendidikan dasar. Belakangan hari, Mendel berhasil mengatasi kesulitan keuangan dan penyakitnya dan lulus dengan nilai bagus dari sekolah menengah dan Olmutz Philosophical Institute.
Pada tahun 1843 Mendel masuk biara Agustinian, setelah 3 tahun belajar teologi, Mendel ditugaskan menjadi guru temporer di sekolah namun Mendel gagal dalam tahapan ujian guru. Pimpinan biara memerintahkan Mendel untuk ke Universitas Vienna, Mendel belajar di sana selama 2 tahun. Tahun-tahun tersebut merupakan tahun terpenting bagi Mendel dalam perekembangan Mendel menjadi seorang saintis. Ada dua orang professor yang berpengaruh dalam hidup Mendel, selama Mendel mengembangkan saintis. Professor pertama adalah seorang fisikawan yang bernama Doppler, Dopller mendorong mahasiswanya untuk menggunakan matematika dalam menjawab fenomena alam. Professor kedua adalah seorang ahli tumbuh-tumbuhan yang bernama Unger, yang membangkitkan ketertarikan Mendel untuk meneliti penyebab variasi pada tumbuhan. Keduanya sama-sama memberikan pengaruh pada Mendel dalam percobaan kacang ercis dikemudian hari.
Setelah menyelesaikan kuliah, Mendel ditugaskan untuk mengajar di Sekolah Modern Brunn, dimana sebagian guru antusias dengan penelitian Mendel. Di biara tempat tinggal Mendel, dia juga mendapatkan rekan-rekan kerja yang bersemangat, banyak dari mereka merupakan professor dan peneliti-peneliti yang aktif. Selain itu minat pada budidaya tanaman ercis sudah ada dari sejak lama dan sudah menjadi tradisi di biara tersebut. Jadi mungkin bukan hal yang luar biasa saat Mendel membudidayakan kacang ercis dalam penurunan sifat.

   Teori Mendel
Meskipun Gregor Mendel dan Charles Darwin hidup pada masa yang sama, penemuan Mendel tidak dihargai orang pada saat itu, dan ternyata tidak ada yang dapat menyadari saat itu bahwa Mendel  telah menjelaskan prinsip dasar pewarisan sifat yang sudah pasti saat itu dapat menyelesaikan paradoks Darwin dan memberikan kredibilitas terhadap konsep seleksi alam.
Teori yang dikemukakan Mendel, yakni:

a.    Hukum Segregasi (The Law of Segregation of Allelic Genes)
Sepasang gen disebut dengan alel. Variasi terhadap gen disebut juga alel, misal gen F untuk menunjukkan alel normal, dan yang mengkodekan ketidaknormalan adalah gen f. gen F dan gen f merupakan alel. Jika bunga ungu pada pohon ercis memiliki genotip PP, maka PP merupakan alel, yang terdiri atas gen P dan gen P.  Pada saat pembentukan gamet genotip PP akan terpisah menjadi gen P dan gen P, dimana gen P ini tersebar pada masing-masing gamet. Pemisahan gen yang sealel saat gemetogenesis disebut dengan hukum segregasi (Hukum I Mendel).
Beberapa hipotesis yang dikembangkan oleh Mendel, yakni (1) versi alternatif gen menunjukkan terjadinya variasi pada karakter yang diwarisi; (2) untuk setiap organisme mewarisi dua alel, satu dari masing-masing induk; (3) jika kedua alel berbeda, maka salah satunya alel dominan, diekspresikan sepenuhnya dalam penampakan organisme; (4) kedua alel berpisah selama produksi gamet.

b.    Hukum Berpasangan Secara Bebas (The Law of Independent Assortment of genes)
Ketika gen yang sealel terpisah pada masing-masing gamet. Maka gen tersebut akan menyatu kembali ketika proses fertilisasi. Sel sperma dan sel ovum menyatu saat itu juga terjadi penyatuan nukelus yang membawa DNA yang terkandung gen di dalamnya. gen yang sealel akan menyatu kembali, saat penyatuan akan terjadi variasi. Misal

Pada gambar telihat bahwa anak dari pasangan tersebut memiliki 3 variasi, dimana muncul 2 variasi baru yakni satu anak normal dan satu anak sakit. Gen-gen yang dimiliki dalam tiap gamet yang dimiliki oleh jantan dan betina bersatu dan menghasilak 3 variasi.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar